Text
Makassar Abad XIX: Studi tentang Kebijakan Perdagangan Maritim
Buku sejarah ekonomi dan maritim ini menganalisis pergeseran peran Pelabuhan Makassar pada abad ke-19 akibat dinamika kebijakan perdagangan maritim pemerintah kolonial Hindia Belanda. Edward L. Poelinggomang mengulas dampak pengingkaran perjanjian internasional (Konvensi London 1814 & Traktat London 1824) oleh Belanda yang menerapkan sistem monopoli dan perdagangan tertutup, sehingga menyebabkan penurunan aktivitas perdagangan di Makassar dan mengalihkan jalur perdagangan bebas ke Singapura, sebelum akhirnya Makassar dinyatakan kembali sebagai pelabuhan bebas pada pertengahan abad ke-19. --- This economic and maritime history study analyzes the transformation of Makassar Port during the 19th century under Dutch colonial maritime trade policies. Edward L. Poelinggomang examines how the Dutch East Indies government\\\'s restrictive trade policies—violating international treaties—led to the decline of Makassar\\\'s maritime commerce and shifted free-trade routes to Singapore, prior to Makassar\\\'s eventual declaration as a free port in the mid-19th century.
No other version available